Review Film: Cinta Laki-Laki Biasa

Thursday, December 08, 2016

     Nania Dinda Wirawan bertemu dengan Muhammad Rafli Imani di kala Rafli menjadi mentor saat Nania melakukan kerja praktek di proyek pembangunan rumah sederhana. Nania tidak saja mendapatkan bimbingan mengenai ilmu membangun rumah, tapi juga tuntunan untuk menjalani hidup yang lebih penuh arti, bahwa kebahagiaan tidak dibangun dalam kemewahan, tapi kesederhanaan yang diwarnai keakraban dan ketulusan.
     Tidak ada yang mengira bahwa akhirnya Nania mau menerima lamaran Rafli. Padahal secara status sosial, mereka berbeda bagai bumi dan langit. Nania berasal dari keluarga terpandang. Sedangkan Rafli hanyalah laki-laki biasa. Tidak heran jika Ibu Nania menentang keras, demikian juga ketiga kakak perempuannya yang sukses menikah dengan laki-laki yang mapan secara bibit, bebet, bobot di mata Ibunya. Apalagi Nania sudah akan dijodohkan dengan Tyo Handoko, seorang dokter yang memiliki jaminan masa depan yang sukses. Berbagai usaha, baik halus dan kasar dilancarkan untuk membatalkan niat Nania, tapi Nania tidak goyah, dia percaya bahwa hanya dengan Rafli hidupnya akan bahagia.
     Namun bahkan setelah Nania dan Rafli menikah dan dikaruniai 2 anak, Yasmin dan Yusuf, keduanya harus melalui berbagai tekanan dan cobaan yang tidak ada habisnya. Rafli harus berjuang untuk membuktikan pada Nania dan semua yang melecehkannya bahwa sekalipun dia hanya laki-laki biasa, tapi cinta yang dimilikinya adalah cinta luar biasa.

Film Cinta Laki-Laki Biasa
REVIEW :
     Buat yang suka film full drama, wajib sih nonton film Cinta Laki-Laki Biasa. Karena sepanjang film memang bener-bener penuh drama. Sebenernya film ini termasuk mudah ditebak secara alur ceritanya. Tapi itu nggak bakalan bikin kalian beranjak dari bioskop sebelum film ini selesai. Cerita yang diangkat di film ini sebenernya banyak banget terjadi dalam kehidupan sehari-hari, di mana orang tua selalu menginginkan pasangan yang terbaik dan mapan dari segi materi untuk anak perempuannya. Dan pada kenyataannya juga, orang tua nggak akan bisa berbuat apa-apa kalau anaknya udah pengen banget nikah dengan laki-laki yang dipilihnya.
     Tapi sisi positif yang bisa diambil dari film ini adalah ketika materi tidak selalu menjamin kebahagiaan. Kesetiaan dan cinta dijunjung banget di film ini. Dan yang terpenting, sosok lelaki yang bertanggung jawab di gambarkan dengan jelas di film ini. Bisa jadi pelajaran dan sindiran juga untuk para lelaki di luar sana yang ingin menikah. Karena menikah bukan hanya sekedar cinta, tapi juga tanggung jawab sepenuhnya terhadap orang yang akan dinikahi.
     Secara karakter, semua cast mampu dan berhasil memainkan perannya masing-masing. Terutama Deva. Kalau kalian biasa melihat akting Deva Mahenra di sitkom Tetangga Masa Gitu, pasti bakalan nggak percaya kalau Deva bisa menjadi seorang Rafli yang dewasa, bertanggung jawab, kebapakan dan laki banget deh pokoknya. Di film ini Deva juga ikut andil dalam mengisi soundtrack yang berjudul Cinta Sejati. Menurut gue lagu ini bagus banget dan pas buat dihadirkan sebagai soundtrack karena jadi membuat film ini semakin terasa banget sedih dan harunya.

Genre : Drama
Duration : 107 minutes
Distributor : Starvision
Producer : Chand Parwez Servia, Fiaz Servia
Director : Guntur Soeharjanto
Writer : Alim Sudio
Cast : Velove Vexia, Deva Mahenra, Nino Fernandez, Cok Simbara, Ira Wibowo, Dewi Yull, Dhini Aminarti, Agus Kuncoro
Tayang di Bioskop Thursday, 1 Desember 2016

You Might Also Like

0 komentar

© chaca atmika 2010 - 2016. Powered by Blogger.

Popular Posts

Follow on Twitter

Contact Us

Name

Email *

Message *