Review Film: Pertaruhan

Thursday, February 09, 2017

     Bercerita tentang kehidupan 4 orang saudara laki-laki, Ibra, Elzan, Amar dan si bungsu Ical. Mereka hidup sederhana bersama Ayah mereka, Pak Musa yang bekerja sebagai satpam di sebuah Bank. Walaupun gajinya sebagai satpam tidak seberapa tetapi Ayah mereka sangat loyal dan berdedikasi tinggi pada pekerjaannya. Ia pekerja keras yang bekerja untuk keluarganya.
     Keluarga ini sudah kehilangan Ibu sejak Ical dilahirkan. Kehilangan istri yang bisa mengurus rumah dan anak-anak membuat sang Ayah gamang dalam membesarkan anak-anaknya. Hubungan antara dirinya dan ketiga anaknya yang remaja menjadi sangat tidak harmonis dan seringkali terjadi pertengkaran di antara mereka.
     Sampai suatu hari Pak Musa diberhentikan dari pekerjaannya. Bersamaan dengan itu penyakit paru-paru yang diidapnya semakin parah dan membuatnya jatuh sakit. Ibra, sebagai anak pertama lalu mengumpulkan saudara-saudaranya untuk mencari jalan keluar penyembuhan sang Ayah. Tetapi mereka tidak sanggup membayar biaya pengobatan sang Ayah yang harus di opname. Sikap pihak Rumah sakit pun sangat kejam tak peduli.
     Kakak beradik itu lalu berusaha kesana kemari untuk mengumpulkan uang biaya pengobatan sang Ayah. Termasuk mendatangi Bank tempat Ayah mereka pernah bekerja selama 20 tahun. Tapi disitu Ibra malah mendapatkan penolakan dan penghinaan. Selalu menemui jalan buntu, akhirnya kakak beradik itu mengambil keputusan yang sangat nekat demi pengobatan sang Ayah. Bukan saja berbahaya tetapi juga mengancam keselamatan mereka.
 
Film Pertaruhan
REVIEW :
     Di opening film sempet nggak ngira kalau itu bakalan nyambung dan jadi bagian dari ending film ini karena smooth banget adegannya. Tapi nggak tau kenapa gue nggak terlalu suka akting Aliando yang terasa kurang natural berperan sebagai anak yang bandel. Kalau akting Adipati sih nggak usah diragukan lagi ya. Begitu juga dengan pendatang baru lainnya yang dapet banget memerankan perannya masing-masing.
     Tapi kalau untuk ceritanya, top banget! Nggak bisa kebayang sih gimana susahnya seorang Ayah yang harus jadi single parent dan ngurus 4 anak yang semuanya laki-laki. Bener aja, mendidik anak secara keras nggak lalu bisa bikin anak itu jadi bener dan nurut sama orang tua, malah bisa jadi anak semakin memberontak. Dan walaupun sebandel-bandelnya anak, pasti mereka bakalan khawatir juga kok kalau terjadi apa-apa sama orang tuanya.
     Secara natural, anak pertama pasti mau nggak mau punya sifat melindungi adik-adiknya, entah benar atau salah caranya, pasti aja anak pertama selalu lebih bertangung jawab dan itu terlihat dari peran Adipati di film ini. Gimana dia berusaha untuk membayar uang sekolah adik bungsunya bahkan sampai mati-matian mencari cara untuk biaya pengobatan Ayahnya. Walaupun pada akhirnya cara yang dia pakai nggak bener sama sekali. Itu bisa juga jadi pembelajaran buat kita, kalau nggak mau susah, ya kita harus jadi orang sukses. Karena pada kenyataannya, bener aja kalau kita nggak punya apa-apa, kita nggak bakalan dianggep siapapun.
     Over all film ini bagus buat ditonton, cuma emang gue agak heran dengan karakter Mila yang di sini selalu beradegan action, tapi kenapa mukanya nggak pernah lebam? Harusnya sih bekas tonjokan tetap diliatin ya, biar nggak terlihat mulus-mulus aja. Kan di film keliatan banget tuh dia beberapa kali terkena tonjokan di bagian muka. Endingnya juga nggak nyangka sih sama kondisi karakter Amar dan Elzan. But, it doesn't matter, soalnya film ini bagus banget deh pesan moralnya.
  
Genre : Drama, Action
Duration : 105 minutes
Distributor : Ifi Sinema
Producer : Adi Sumarjono
Director : Krishto Damar Alam
Writer : Upi
Cast : Adipati Dolken, Aliando Syarief, Giulio Parengkuan, Jefri Nichol, Widika Sidmore, Tyo Pakusadewo
Tayang di Bioskop Thursday, 9 February 2017
  

You Might Also Like

1 komentar

© chaca atmika 2010 - 2016. Powered by Blogger.

Popular Posts

Follow on Twitter

Contact Us

Name

Email *

Message *