Review Film: Surga yang Tak Dirindukan 2

Thursday, February 16, 2017

     Pertemuan dengan Arini membuat Meirose menjadi ragu dengan pilihan hidupnya selama ini. Arini begitu tulus menyayangi dirinya dan Akbar dan berharap agar Meirose kembali pada Pras. Mereka sudah menjadi keluarga. Apalagi ketika sosok Pras muncul dihadapannya, Meirose tidak bisa mengingkari bahwa cintanya pada laki-laki bijak itu masih ada dalam hatinya. Bahkan Arini didukung Nadia, berusaha keras menarik Meirose kembali.
      Meirose bingung, maju dengan kehidupannya yang baru, yang dia sendiri tidak tahu akan jadi seperti apa ataukah mundur pada kehidupannya yang lama, yang ingin dia tinggalkan selama ini, tapi menjanjikan hal yang lebih pasti bagi masa depannya?
     Ada apa dibalik motivasi Arini yang menggebu-gebu meminta Meirose kembali dalam kehidupan rumah tangganya yang sudah harmonis selama ini? Apa yang akan dilakukan Pras, akankah dia kembali menerima Meirose? Sementara, dia meragukan kemampuannya untuk bersikap adil sebagaimana yang diwajibkan Allah pada laki-laki yang memilih berpoligami? Siapa juga Dokter Syarief yang tiba-tiba hadir di tengah-tengah persoalan mereka? Lalu mengapa surga itu tiba-tiba menjadi dirindukan sekarang?

Surga yang Tak Dirindukan 2
REVIEW :
     Sebenernya sih gue belum nonton film Surga yang Tak Dirindukan, tapi udah pernah baca sinopsisnya, jadi sedikit tau sih inti ceritanya tuh kayak gimana. Dan sekuel film ini ternyata berhubungan. So, kalau kalian sama sekali nggak tau film yang pertama, pasti agak kebingungan dengan cerita di awal film.
     Penggambaran cerita di film ini bener-bener drama dan sinetron banget sih menurut gue. Dan gue kurang suka jenis film yang seperti ini. Belum lagi beberapa adegan yang harusnya komedi malah jadi garing dan nggak ngebuat gue ketawa sama sekali. Selera sih ya. Satu-satunya yang bikin gue betah nonton film ini adalah cast-nya. Selebihnya nggak ada. Eh tapi walaupun gitu, soundtrack film ini keren banget sih, dapet emosinya. Gue akuin, sedih juga waktu detik-detik Arini meninggal dan betapa tegarnya Nadia. Cuma tetep sebel sama endingnya. Terlalu kebaca dan menyakiti pihak yang lain. Rasanya gregetan aja ngeliatnya, kayak nggak adil gitu haha. Tapi setelah gue pikir-pikir, memang benar ya, seseorang itu datang bukan karena tanpa alasan. Kayak Meirose yang dianggap sebagai perusak hubungan Pras dan Arini di masa lalu, tapi ternyata di masa yang akan datang, kehadiran Meirose memang yang paling tepat dalam kehidupan Arini dan Pras, mungkin memang caranya aja yang salah. Terus Syarief? Ya, mungkin orang baik akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik lagi.

Genre : Drama
Duration : 121 minutes
Distributor : MD Pictures
Producer : Manoj Punjabi
Director : Hanung Bramantyo
Writer : Alim Sudio, Hanung Bramantyo, Manoj Punjabi
Cast : Laudya Cynthia Bella, Fedi Nuril, Raline Shah, Reza Rahardian, Sandrinna Michelle Scornicki, Nora Danish, Kemal Palevi, Tanta Ginting, Muhadkly Acho, Keefe Bazli Ardiansyah, David Chalik, Tasya Nur Med
Tayang di Bioskop Thursday, 9 February 2017
   

You Might Also Like

1 komentar

  1. Jujur, sebenarnya aku gak terlalu ngefans sama film2 Indonesia kecuali memang yang totally top. But I would love to watch this movie, tho..

    All the love, Eiren. xx
    http://pastelavenue.blogspot.com/

    ReplyDelete

© chaca atmika 2010 - 2016. Powered by Blogger.

Popular Posts

Follow on Twitter

Contact Us

Name

Email *

Message *