Review Film: London Love Story 2

Tuesday, March 07, 2017

     "Aku bersyukur.. semua hari-hariku begitu berarti.. Dan Aku akan tetap minta sama Tuhan, untuk ambil nyawa Aku satu hari sebelum Tuhan ambil nyawanya.  Karena setiap detak jantungnya, adalah detik berharga untuk Aku."
     Caramel sangat bahagia. Betapa tidak, impiannya sejak kecil untuk melihat dan bermain salju akhirnya terwujud karena Dave memberinya hadiah kejutan liburan ke Swiss untuk merayakan ulang tahun Caramel. Sesampainya di sana, Sam yang sudah menjemput Caramel membawa Caramel makan malam di sebuah resto terbaik di kota Zurich, hingga Caramel sangat terkesan. Sayangnya kebahagiaan Caramel menikmati hari pertamanya di Swiss terganggu karena kemunculan Gilang, seorang chef sekaligus cucu pemilik restoran di Swiss. Gilang meminta Caramel untuk menemuinya di sebuah restoran. Caramel datang dan menemui Gilang. Gilang memberikan sebuah hadiah untuk Caramel. Setelah itu Gilang meminta Caramel menemuinya lagi keesokan harinya. Apakah Dave tentang ini? Apakah Gilang mengetahui kalau Caramel adalah tunangan Dave..??
    
London Love Story 2
REVIEW :
     Nggak nyangka sih kalau London Love Story bakalan ada sekuelnya. Soalnya di film yang pertama, endingnya nggak terlihat ngegantung. Dan pas tau ada sekuelnya, ditambah ada Rizky Nazar yang ikut terlibat jadi salah satu pemainnya, wah tambah excited buat nonton. Kalau kita udah nonton trailernya, pasti mikirnya Gilang adalah orang baru dalam kehidupan Caramel dan Samira adalah orang ketiga yang akan merebut Dave dari Caramel. Dan itu semua terbantahkan ketika kita nonton London Love Story 2. So, super banget deh bikin penasaran nonton film ini gara-gara ngeliat trailernya. Oiya, beberapa adegan di trailer juga nggak dimunculkan lho di full version filmnya.
     Langsung aja ke filmnya ya. Siapapun yang nonton film ini pasti sepakat kalau pengen banget punya pasangan kayak Dave. Suka dan bikin baper banget ngeliat sikap Dave yang super perhatian, terlihat dewasa dan sayang banget sama Caramel yang punya sifat cenderung manja. Dave juga nggak langsung menunjukkan sikap marah atau cemburu waktu diam-diam tau kalau ada laki-laki lain yang suka dan coba-coba nyari perhatian Caramel. Tapi sesayang-sayangnya orang, kalau dikecewakan atau dibohongin ya udah pasti bakalan marah besar donk. Dan pas adegan Dave marah sama Caramel, menurut gue disitu Dave keliatan laki banget dan bikin takut. Gue ngebayangin jika di posisi Caramel, ketahuan nyembunyiin sesuatu sama pasangan, sampai bikin pasangan marah besar, itu pasti mengerikan deh. Apalagi kalau sampai pasangan malah jadi kecewa dan nggak bisa percaya sama kita lagi.
     Bagian tersedih di film ini adalah pas adegan detik-detik kematian Gilang. Itu super sih sedihnya. Cuma yang bikin gue kesel adalah kenapa sih Gilang harus tiba-tiba kecelakaan sampai akhirnya meninggal? Kok kayaknya terlalu mudah banget ya menghilangkan sosok orang ketiga dalam sebuah kecelakaan? Tapi emang sih kematian Gilang juga menjadi kunci dari permasalahan. Karena hanya Gilang yang bisa menjelaskan sebenernya ada apa antara dia dan Caramel.
     Over all film ini didukung dengan gambar yang bagus dan soundtrack yang enak banget didenger. Gue pribadi suka banget sih sama drama-drama percintaan kayak gini dan pastinya didukung sama pemain-pemain yang keren-keren juga. Tapi tetep aja ada part yang ganggu seperti pas Gilang main gitar, karena kelihatan banget bohongannya hehe dan pas adegan Sam nerima telepon di toilet sampai akhirnya handphone-nya jatuh. Oh! Itu super sih menjijikannya.
       
Genre : Drama
Duration : 100 minutes
Distributor : Screenplay Films
Producer : Sukhdev Singh, Wicky V. Olindo
Director : Asep Kunandar
Writer : Sukhdev Singh, Tisa Ts
Cast : Dimas Anggara, Michelle Ziudith, Rizky Nazar, Ramzi, Salshabilla Adriani, Mawar Eva De Jongh, Irene Librawati, Ina Marika
Tayang di Bioskop Thursday, 2 March 2017
             

You Might Also Like

0 komentar

© chaca atmika 2010 - 2016. Powered by Blogger.

Popular Posts

Follow on Twitter

Contact Us

Name

Email *

Message *