The Reason Why I Don't Like to Eat at Warteg

Monday, April 24, 2017

     Orang Indonesia mana sih yang nggak tau warteg alias warung tegal? Jenis usaha gastronomi ini memang dikenal karena menyediakan makanan dan minuman dengan harga yang terjangkau. Makanya bisa dibilang warteg itu jadi favorite place-nya anak kosan.
     Sebenernya gue bukan mau ngomongin soal asal usul warteg, tapi di sini gue mau klarifikasi kenapa sih gue kalau diajakin makan ke warteg suka nolak, kesannya kayak sombong banget nggak mau makan-makanan murah. But it's totally wrong! Hari gini siapa sih yang nggak suka sesuatu yang murah? Bahkan orang paling kaya di Indonesia sekalipun juga gue yakin banget pasti suka banget kalau udah denger kata murah.
     So, alasan gue sebenernya simple, yaitu makanan yang dijual di warteg sangat mudah didapatkan di rumah alias makanan warteg ya isinya adalah makanan rumahan. Secara logika, buat apa gue keluar uang untuk segala sesuatu yang bisa gue dapetin di rumah secara gratis? Ya nggak sih? Belum lagi jaminan kebersihannya. Memang sih resto gede sekalipun belum tentu kebersihannya terjamin. Dan kalau masalah tempat, gue memang kurang nyaman kalau lagi makan terus keganggu sama kehadiran pengamen, tapi bukan berarti gue nggak suka makan di pinggir jalan. Buktinya gue sangat cinta sama yang namanya seafood emperan.
     Well, udah tau kan sekarang alasan gue nggak suka makan di warteg. Intinya sih ketika gue pengen makan di luar, itu berarti gue lagi bosen banget sama makanan rumahan. Jadi kalau gue makan di luar terus ujung-ujungnya ke warteg, ya sama aja bohong kan?
    
Warteg (Source by Travel Kompas)

You Might Also Like

0 komentar

© chaca atmika 2010 - 2016. Powered by Blogger.

Popular Posts

Follow on Twitter

Contact Us

Name

Email *

Message *