Review Film: Critical Eleven

Monday, May 15, 2017

     Melalui Critical Eleven, pemenang Piala Citra Reza Rahadian dan Adinia Wirasti menghidupkan Ale dan Anya dari novel national best seller karya Ika Natassa, pasangan muda yang bertemu dan saling terpikat dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Pertemuan itu membawa mereka ke jenjang pernikahan dan membuat keduanya mengambil keputusan besar sebagai pasangan karena pengorbanan yang harus dilakukan salah satu dari mereka: pindah ke New York.
     Kota yang tidak pernah tidur ini ternyata membawa berkah bagi keduanya: kehamilan Anya yang mengubah hidup mereka. Sampai Ale dan Anya diterjang sebuah insiden yang membuat mereka tidak hanya mempertanyakan cinta, namun juga bergumul dengan ego dan harus memilih: menyerah dalam amarah atau menyembuhkan luka dan bertahan dalam ketidakpastian. Pilihan sulit itu bertambah pelik dengan kehadiran seseorang yang sudah lama mencintai Anya. 
 
Critical Eleven
REVIEW :
     Oke, aku bakal review film ini berdasarkan apa yang aku tonton aja ya. Karena aku emang belum pernah sama sekali baca novelnya. Jadi aku nggak bisa terlalu komen apakah film ini sesuai ekspektasi atau nggak.
     Di film ini diceritakan kalau Ale dan Anya adalah sepasang suami istri. Dan adegan-adegan yang disajikan emang bener-bener romantis bahkan kemesraan antara keduanya bener-bener kayak nyata. So, juara banget deh aktingnya Reza dan Rasti. Tapi karena adegan yang ditampilkan terlalu banyak yang bener-bener dewasa, jadi aku saranin untuk nggak ngajak anak-anak di bawah umur buat nonton film ini ya.
     Buat yang ingin berumah tangga atau akan segera berumah tangga, film ini boleh lho jadi referensi. Karena memang ternyata membina sebuah rumah tangga itu nggak gampang. Orang yang kamu cintai atau yang mencintai kamu suatu saat bisa dengan atau tanpa sengaja menyakiti kamu. So, memang butuh sebuah pengorbanan dan rasa mau mengalah di salah satu pihak. Karena kalau nggak, hal inilah yang akan bikin hubungan kalian berakhir.
     Di awal kita bisa lihat betapa Ale sangat mencintai Anya, bagaimana Ale memperlakukan Anya dengan sangat baik, memuja-muja Anya, tapi pada akhirnya, Ale juga yang menyakiti Anya lewat kata-kata yang nggak seharusnya diucapkan. Apalagi di saat kondisi Anya drop setelah kehilangan bayinya. Sebuah hubungan seksual yang dikira akan membuat semuanya baik-baik saja ternyata belum cukup untuk Anya memaafkan apa yang sudah dilakukan Ale. Dan gak tau kenapa, gue tuh kayak bisa merasakan banget apa yang dirasakan oleh Anya. Maafin orang tuh nggak gampang. Apalagi untuk orang yang udah menyakiti perasaan kita. Sebesar apapun cinta kita sama orang itu. Tapi masalahnya adalah, mau sampai kapan kita menyimpan dendam? Ini bukan masalah ketika kita pacaran lalu bisa putus seenaknya. Tapi ini tuh udah masalah pernikahan. Tidak semudah itu memutuskan untuk berpisah ketika kamu sudah yakin dengan pilihan untuk berumah tangga. Dan kuncinya adalah berbesar hati untuk memaafkan.
     Adegan demi adegan di film ini benar-benar menyentuh. Apalagi soundtracknya yang bisa banget bikin nangis. Cerita tentang persahabatan Anya juga berasa sih sedihnya, apalagi di posisi Anya yang harus bahagia karena salah satu sahabatnya akan segera memiliki momongan tapi di satu sisi Anya masih merasakan kesedihan kehilangan bayinya. Cuma, katanya (berdasarkan cerita video behind the scene Adinia Wirasti) kan di sini salah satu sahabatnya Anya, yaitu Donny memiliki perasaan lebih dan termasuk memunculkan konflik dalam rumah tangga apalagi ketika Anya berantem besar dengan Ale. Tapi di film ini nggak terlalu diperlihatkan konflik Anya dan Donny. Memang sih, Donny terlihat kalau memiliki perasaan lebih ke Anya. Tapi ya udah gitu aja. Apa mungkin karena durasi film ini juga kali ya, jadi nggak mungkin untuk memunculkan konflik terlalu banyak, ya nggak tau juga sih.
     Over all suka banget film ini, genre drama, tapi cerita dan karakter pemainnya bagus. Bahkan di film ini bertabur bintang banget menurut gue. Karena pemain-pemain yang dipilih tuh bener-bener yang aktingnya bagus dan good looking semua. Cuma sebelnya, kenapa sih mainstream banget, kenapa harus sebuah kecelakaan yang bisa mengubah keadaan? Kenapa?? Kenapa cuma kecelakan yang bisa bikin orang jadi bisa memaafkan orang lain? 
   
Genre : Drama
Duration : 135 minutes
Distributor : Starvision, Legacy Pictures
Producer : Chand Parwez Servia, Robert Ronny
Director : Monty Tiwa, Robert Ronny
Writer : Jenny Jusuf, Monty Tiwa, Robert Ronny, Ika Natassa
Cast : Reza Rahardian, Adinia Wirasti, Slamet Rahardjo Djarot, Widyawati Sophiaan, Revalina S. Temat, Hamish Daud, Dwi Sasono
Tayang di Bioskop Wednesday, 10 May 2017

You Might Also Like

0 komentar

© chaca atmika 2010 - 2016. Powered by Blogger.

Popular Posts

Follow on Twitter

Contact Us

Name

Email *

Message *