Susahnya Belajar Menerima Kenyataan

Wednesday, July 19, 2017

     Selama ini, aku selalu tutup mata sama apapun yang terjadi disekitar. Aku cenderung nggak pernah mau denger kata orang dan hanya ngikutin kata hati aku aja. Ada bagusnya sih, tapi nggak selamanya bagus kan? Terkadang kita juga butuh nasihat atau pendapat dari orang lain.
     Kayak yang aku alami sekarang. Lagi-lagi dan nggak jauh-jauh dari masalah percintaan. Jadi beberapa waktu lalu aku sempat dekat sama seseorang. Walaupun aku suka, tapi aku masih ragu, apa iya dia orangnya yang aku cari? Apa iya dia orang yang aku inginkan? Apa iya dia orang yang aku butuhkan? Over all, dia memang tipe aku banget, tapi memang tetap aja ada kurangnya yang cukup mengganggu. Sampai akhirnya aku sadar aku aja banyak banget kekurangannya dan nggak akan ada orang yang sempurna di dunia ini.
     Sebenarnya kenapa sih kok aku sampai seragu itu? Yup, karena aku emang terlalu tua untuk main-main, jadi ketika aku deket sama seseorang, aku bakalan mikir kalau orang itu adalah yang terakhir. Jadi kalau memang aku udah tau nggak akan bisa sama orang tersebut, dari awal aku nggak akan pernah memulai atau memberi kesempatan orang tersebut masuk ke dalam kehidupan aku.
     Dan ketika akhirnya aku berhasil meyakinkan diri, kalau ya, aku mau dan aku sepertinya siap untuk menjadikan dia yang terakhir, eh orang itu malah ngilang gitu aja tanpa aku tahu apa sih yang bikin dia ngilang, apa sih salah aku? Banyak hal yang bikin aku kecewa setelah itu, tapi aku tetap aja tutup mata dan percaya kalau suatu saat nanti dia akan datang lagi dan kembali ke aku. Tapi nyatanya?
 
 
     Banyak hal yang udah membuktikan kalau ternyata aku nggak jodoh sama dia. Bahkan semesta aja udah ngasih tanda-tandanya. Tapi aku kayak berusaha untuk mengingkari dan tetap percaya, mungkin ini memang belum waktunya, tapi pasti akan ada waktunya aku bakalan sama dia. Dan aku masih yakin, kalau memang dia orangnya.
     Sampai akhirnya aku harus bisa menerima kenyataan, kalau dia udah punya pasangan baru yang jadi pilihannya. Rasanya benar-benar kecewa. Sedih, seperti kehilangan sesuatu yang sangat besar dalam hidup. Tapi masih belum bisa nerima fakta kalau ya memang bukan dia orangnya. Mungkin memang aku bukan yang terbaik untuk hidup dia atau dia memang bukan orang terbaik untuk hidup aku. Tapi aku masih nggak bisa percaya sih. Aku nggak pernah berpikir untuk kelak hidup bersama orang lain selain dia tapi nyatanya mulai sekarang aku harus belajar menerima kalau Tuhan memang tidak memberikan dia untukku.
 
 
     Sulit. Walaupun aku memang harus menerima kenyataan, tapi faktanya aku memang belum bisa menerima kenyataan. Bahkan aku masih berharap dia datang lagi. Dan jika memang pada akhirnya kamu akan datang lagi, aku mohon, jangan hanya datang untuk kemudian pergi.

You Might Also Like

1 komentar

© chaca atmika 2010 - 2016. Powered by Blogger.

Popular Posts

Follow on Twitter

Contact Us

Name

Email *

Message *