Stop Tanya Kapan Nikah!

Monday, August 28, 2017

     Dulu aku sering banget heran sama orang yang kayak takut banget kalau udah mau Lebaran atau ada acara keluarga besar atau hadir ke suatu undangan pernikahan. Alasannya mereka suka kesal karena ditanya kapan nikah. Menurut aku, masa sih segitunya? Kok lebay banget. Pertanyaan kayak gitu kan nggak perlu ditanggapi. Karena menikah itu kan pilihan setiap orang. Dan nyatanya, sekarang aku ngerasain berada di posisi orang-orang tersebut. Pada dasarnya aku orangnya sangat cuek. Belum menikah di umur 26 tahun memang dikarenakan belum ada pasangan dan belum siap secara mental juga. Jadi aku ngerasa nggak masalah sih berada di lingkungan yang rata-rata memilih untuk menikah di usia muda.
     Beberapa kali aku juga sempat ditanya kapan nikah atau diledekin karena belum punya pasangan, padahal teman-teman aku udah mau punya anak 2 bahkan 3. Awalnya sih biasa aja ya. Tapi lama-kelamaan aku bosan juga mendengar pertanyaan yang sama terus-menerus. Belum lagi kalau di acara keluarga, hampir sebagian besar keluarga aku selalu menanyakan mana pasangan, kok nggak pernah dibawa. Sesekali aku bisa dengan cueknya menjawab, "Kenapa, mau modalin aku nikah?" atau "Ya, tenang aja, ntar juga dateng undangannya". Pertanyaan yang muncul terus-menerus itu awalnya aku bawa santai aja, karena memang orang tuaku juga tidak menuntut aku untuk segera menikah. Pernah sih sesekali. Sampai akhirnya aku merasa, aib banget ya kalau belum menikah di umur 26 tahun? Memang ada keharusan kalau perempuan sebaiknya menikah sebelum umurnya mencapai 25 tahun? Nggak ada kan?
 
Stop Tanya Kapan Nikah!
     Tapi kalau boleh jujur, aku sedikit merasa cemas sih karena belum memiliki pasangan. Karena katanya, semakin umur kita bertambah, akan semakin sulit mencari pasangan. Kasarnya begini, kalau sewaktu muda kita masih bisa selektif memilih mana yang terbaik, semakin bertambahnya usia, kita jadi semakin sedikit memiliki kesempatan mendapatkan yang terbaik. Maksud aku di sini adalah semakin sedikit pilihan yang diberikan untuk kita. Karena bisa saja yang terbaik itu sudah mendapatkan pasangan terbaiknya. Tapi aku yakin dan berharap kalau opini itu salah ya. Karena menurut aku, untuk apa sih sebenarnya tujuan kita menikah? Apa hanya karena ingin memiliki keturunan? Apa hanya karena desakan orang tua atau orang terdekat? Atau memang karena merasa, umur sebanyak ini ya memang seharusnya sudah menikah. Kalau menurut kalian pikiran-pikiran tentang keharusan untuk menikah adalah seperti itu, menurut aku salah besar.
     Pertama, sekedar memiliki anak itu tidak gampang lho. Kita pengen kan punya anak yang tumbuh dengan kualitas yang baik, menjadi anak yang kelak membanggakan, bukan sekedar memiliki banyak anak saja. Kita juga harus mulai berpikir tentang pertanggungjawaban kita kelak ketika memiliki anak. Banyak kok orang-orang yang ingin memiliki anak tapi pada akhirnya mengeluh ketika diharuskan merawat anaknya sewaktu bayi sampai akhirnya malah menitipkan anaknya pada orang tua. Apa itu tujuan kita memiliki keturunan?
     Kedua, kalau masalah umur itu lebih nggak pentng lagi sih. Umur yang banyak tidak menjamin kedewasaan seseorang. Jadi nggak usah takut dengan bertambahnya umur, karena tua itu pasti. Dan ketiga, pernikahan ini nantinya akan kita jalani bersama pasangan. Apapun yang terjadi, akan menjadi masalah kita dan pasangan. Bukan lagi menjadi urusan orang tua atau orang terdekat. Apa orang tua atau orang terdekat kita bisa menjamin kebahagiaan kalian dan pasangan jika kelak kalian menikah? Nggak kan? Seumur hidup itu terlalu lama untuk kita jalani bersama orang yang salah. So, untuk kalian yang masih suka nanya ke orang soal kapan nikah, Stop tanya kapan nikah! Nggak usahlah mencampuri urusan orang kalau kalian nggak bisa menjamin kebahagiaan orang tersebut. 

You Might Also Like

0 komentar

© chaca atmika 2010 - 2016. Powered by Blogger.

Popular Posts

Follow on Twitter

Contact Us

Name

Email *

Message *