Setiap Orang yang Singgah Dalam Hidup Kita, Hadir Untuk Sebuah Alasan

Sunday, September 10, 2017

     Dulu aku suka mikir, kenapa aku harus ketemu seseorang yang ujung-ujungnya malah akan berpisah. Contoh tergampang mungkin mantan. kalau memang nggak jodoh, untuk apa dipertemukan? Atau dengan sahabat yang ujung-ujungnya malah berantem dan jadi musuh. Katanya, siapapun yang sempat singgah dalam hidup kita, pastinya hadir untuk sebuah alasan. Dan semua alasan itu baru aku pikirin setelah aku mengalami hal buruk dengan orang tersebut. Seperti yang terjadi di akhir bulan Agustus ini.
     Terlalu banyak orang yang singgah dalam hidup aku, tapi orang ini berhasil membuat pertemuan kita menjadi sangat membekas untuk aku pribadi. Jadi beberapa waktu lalu aku sempat dekat dengan seseorang, sampai akhirnya aku memutuskan untuk bertemu langsung dengan orang itu karena selama ini kita hanya berhubungan lewat Line, WA atau telpon. Awalnya aku nggak yakin dengan pertemuan ini. Nggak tau kenapa. Feeling aku merasa nggak enak, tapi aku berusaha untuk membuktikan kalau yang aku pikirin itu nggak benar. Nyatanya benar saja, pertemuan ini bagaikan mimpi buruk buat aku.
   
Source : https://www.linkedin.com/pulse/do-we-meet-people-reason-coach-alex-lopez
     Aku nggak ngerti dia dapet ide darimana atau dia memang orangnya seperti itu atau memang Tuhan sudah mengatur semuanya akan terjadi. Aku akui, selama ini aku hidup dengan sangat nyaman. Tidak pernah ada masalah besar yang sangat berarti dalam hidup aku. Sebenarnya nggak bisa dibilang gitu juga sih. Dalam hidup nggak mungkin kita nggak pernah mendapatkan cobaan. But thanks God, aku bisa melalui itu dengan sangat cepat dan nggak bikin aku jadi terpuruk terlalu lama. Katanya, kalau orang yang nggak pernah mengalami hal tersulit dalam hidupnya, itu akan berpengaruh kepada kepribadian orang tersebut. Nggak sepenuhnya benar, tapi mungkin. 
     Di pertemuan pertama, aku sempat kaget karena orang itu tiba-tiba bilang kalau aku tuh anaknya terlalu manja, nggak dewasa sama sekali bahkan terlihat seperti tidak bisa berdiri di kaki sendiri. Wow, jujur aja aku nggak nyangka aku tiba-tiba bakalan di judge sama orang yang baru aku kenal bahkan dia juga bisa dibilang baru kenal aku. Tapi dia udah bisa dengan lantangnya ngomong hal-hal buruk tentang aku yang, Ok, aku akuin mungkin benar. Tapi aku cuma mikir, apa pantas dia ngomong seakan-akan dia adalah orang yang paling tau aku sejak lahir. Atau dia adalah orang yang 24 jam tanpa henti ada di samping aku dan merasa paling tau banget. 
     Aku shock, speechless. Tapi di satu sisi aku akuin kalau semua omongan dia benar. Mungkin aku nggak perlu tulis apa detailnya, yang jelas semua omongan dia adalah perkataan yang pernah Mama bilang ke aku. Sebagai orang tua, Mama pengen yang terbaik untuk aku. Sayangnya aku cuma mendengarkan tapi nggak pernah menjalankan dan berubah untuk hidup aku yang lebih baik lagi. Dari pertemuan itu, aku ngerasa jadi orang yang paling hina, yang paling nggak berguna dan aku ngerasa memang iya aku udah terlalu menyia-nyiakan hidup aku. Tapi aku marah. Kenapa harus orang itu yang negur aku? Kenapa?
     Setelah aku pikir-pikir, marah cuma bisa bikin aku sakit sendiri. Orang itu nggak akan pernah tau perasaan aku. Orang itu nggak pernah tau betapa omongannya kebayang-bayang dan terngiang terus di pikiran aku selama beberapa hari ini. Emosi. Tapi daripada aku nyakitin diri sendiri dengan membenci orang lain, aku berusaha untuk ngambil hikmah dan sisi positifnya dari pertemuan aku waktu itu. 
     Mungkin Tuhan punya cara sendiri untuk negur aku. Ya, Tuhan punya cara sendiri untuk nyentil aku agar aku bisa berubah jadi pribadi yang lebih baik. Ketika orang terdekat aku nggak berhasil untuk nyentil aku selama ini dan selalu aku anggap angin lalu, Tuhan mengirimkan orang asing yang mungkin akan bikin aku berubah jadi lebih baik. Walaupun dengan cara yang menyakitkan. Tapi mungkin Tuhan tau aku harus disentil atau bahkan ditampar lebih keras. Karena memang hanya itu caranya agar aku berubah. Dan itu juga alasan kenapa Tuhan membiarkan orang itu singgah dalam hidup aku, walau hanya sesaat.

You Might Also Like

1 komentar

© chaca atmika 2010 - 2016. Powered by Blogger.

Popular Posts

Follow on Twitter

Contact Us

Name

Email *

Message *