Review Film: Coco

Thursday, December 21, 2017

     Miguel bermimpi untuk menjadi seorang musisi profesional seperti idolanya yang telah lama meninggal, Ernesto de la Cruz. Ia lalu menemukan dirinya secara ajaib masuk ke dalam alam kematian.
     Miguel berpetualang bersama Hector dan bertemu dengan nenek moyangnya yang melarang kehadiran musik di tengah keluarga mereka. 
 
Coco
REVIEW :
     Jadi aku tertarik buat nonton film ini gara-gara ngeliat komen di media sosial yang katanya film ini tuh bagus banget dan bikin sedih. Taunya cuma tentang keluarga doank tapi nggak tau sinopsisnya kayak gimana. Sayang banget aku telat 26 menit, jadi nggak tau awalnya gimana. Tapi untungnya aku masuk pas part Miguel marah karena gitar kesayangannya dihancurin sama keluarganya. Karena menurut aku ini puncak permasalahannya dan mulai deh bagian serunya.
     Waktu kecil, aku suka banget ngebayangin surga itu bentuknya kayak gimana, walaupun di film ini bentuk surga jauh banget dari bayangan aku. Di sini nggak diliatin adanya neraka tapi adanya kehidupan di mana roh-roh yang bahagia karena masih diingat dan didoa'kan oleh keluarganya dan roh-roh yang terbuang karena udah nggak dianggap atau diingat lagi oleh keluarga mereka yang masih hidup. Di sini nih bagian sedihnya.
     Beberapa di antara kita pasti ada yang suka ngasih persembahan berupa makanan, minuman, bunga atau dupa kan di kuburan atau di ruang persembahan untuk leluhur? Nah di sini tuh digambarkan kalau leluhur tuh memang benar-benar nerima persembahan kita lho. Kocak sih karena dibuat film animasi, tapi meaning banget buat aku karena kadang aku suka lupa atau malas ngasih persembahan pas lagi sembahyang.
     Terus lagi nih, soal roh yang nggak bisa melihat keluarganya lagi dan lama-lama menghilang karena dilupakan sama keluarganya yang masih hidup bikin aku sedih banget. Soalnya aku pernah denger, memang kita yang masih hidup yang harusnya doain leluhur kita yang udah meninggal. Karena mereka bisa bahagia di alamnya juga berkat doa-doa dari kita.
     Yang paling menyentuh dari film ini, tentang salah paham yang pernah terjadi semasa hidup yang berakibat hingga setelah kematian. Di kehidupan nyata pasti pernah donk kita memiliki masalah sama keluarga yang lama-lama dipendam dan bikin salah paham yang nggak pernah terpecahkan sampai salah satu di antaranya meninggal. Salah paham ini nih yang bisa berdampak pada anggota keluarga lain yang masih hidup bahkan turun temurun. Selama salah satu di antaranya nggak memutuskan salah paham dan ngikhlasin semuanya, kebencian karena salah paham ini bisa bikin kita yang masih hidup nggak akan mau menghargai leluhur yang udah meninggal.
     Kalau di film, salah paham bisa diselesaikan karena adanya kesempatan untuk masuk ke dunia orang mati, tapi kalau di kehidupan nyata, nggak mungkin kayak gitu kan? Jadi pesan positif dari film ini adalah yang lalu udah lah biar berlalu, kalau memang seorang keluarga pernah berbuat salah sama kita hingga kematiannya, sebaiknya kita yang masih hidup berusaha untuk melupakan dan memaafkannya. Nggak perlu lah keturunan kita yang selanjutnya tau tentang permasalahan kita sampai bahkan ikut-ikut membenci saudara mereka sendiri. Karena kebencian nggak akan pernah berhenti sampai seseorang berkeinginan untuk menghentikannya.
  
Genre : Animation, Adventure, Comedy
Duration : 126 minutes
Distributor : Walt Disney Pictures
Producer : Darla K. Anderson
Director : Lee Unkrich
Writer : Adrian Molina
Cast : Anthony Gonzales, Gael Garca Bernal, Benjamin Bratt, Edward James Olmos, Gabriel Iglesias, Cheech Marin
Tayang di Bioskop Wednesday, 22 November 2017
    

You Might Also Like

0 komentar

© chaca atmika 2010 - 2016. Powered by Blogger.

Popular Posts

Follow on Twitter

Contact Us

Name

Email *

Message *