Review Film: Eiffel I'm in Love 2

Tuesday, February 20, 2018

     14 tahun berlalu.. Tita yang dulunya duduk di kelas 1 SMA sudah menjadi seorang wanita dewasa. Selama 14 tahun pula, Tita dan Adit menjalani LDR. Setiap harinya, hubungan mereka selalu diwarnai pertengkaran. Bahkan Tita mulai gelisah karena Adit tidak kunjung melamarnya, sementara kedua sahabat Tita, Nanda dan Uni sudah menikah.
     Akankah hubungan Tita dan Adit berakhir di pelaminan? Atau mereka tidak ditakdirkan untuk bersama?
 
Eiffel... I'm in Love 2
REVIEW : 
     Nggak nyangka aja film Eiffel I'm in Love bakalan ada sekuelnya. Soalnya seinget aku, dulu udah pernah dibuat seriesnya dengan judul Lost in Love dengan semua pemain yang emang berbeda. Makanya cukup nggak sabar juga buat nungguin sekuel film ini karena dari ending yang pertama emang bisa banget untuk dibuat sekuelnya.
     Kalau baca sinopsisnya, ditulis Adit dan Tita menjalani LDR selama 14 tahun, tapi di trailernya ada dialog Tita dan Uni yang menyatakan kalau Adit dan Tita LDR-nya 12 tahun. Agak blunder sih jadinya. 
 
Eiffel... I'm in Love 2 
     Masuk ke filmnya, di awal kita bakalan disuguhin credit title yang nampilin adegan-adegan di film pertama. Cukup bikin kita jadi sedikit mengingat cerita di film pertama sebelum masuk ke sekuelnya. 
     Tita yang menurut sinopsisnya telah berubah menjadi wanita dewasa nyatanya nggak sama sekali ditunjukkan di film ini. Kalaupun terlihat dewasa mungkin lebih ke gaya busananya aja, selebihnya nggak. Cara bicara Tita masih sama seperti waktu dia berusia 15 tahun. Agak ganggu sih, apalagi ternyata Ibunya masih over protektif dengan nggak memperbolehkan Tita pulang malam bahkan memiliki handphone! Yang bener aja, di jaman media sosial lagi happening-happeningnya, bahkan Tita juga udah kerja, masa iya nggak boleh punya handphone. Agak nggak masuk akal sih.
     Nggak masuk akal kedua adalah ketika mereka harus pindah sementara ke Paris untuk urusan restaurant yang dulu pernah dibangun. Kenapa harus semuanya ikut? Kayak Alan dan Tita nggak punya kerjaan aja di Jakarta sampai harus bela-belain ke Paris. Agak menyesalkan sih cerita di balik Tita yang akhirnya punya kesempatan ketemu Adit di Paris.
 
Eiffel... I'm in Love 2
     Untuk perbedaan Paris-Jakarta emang nggak terlalu menggangu, tapi yang cukup aneh adalah ketika Nanda yang berada di Jakarta nelpon Tita yang udah di Paris. Di scene ini diceritakan Tita baru bangun tidur itu juga kesiangan dan Nanda mengakhiri telpon dengan bilang mau masak dulu buat makan siang. Berarti sama-sama masih pagi donk di 2 area ini? 
     Oiya yang lebih nggak masuk logika lagi adalah waktu Adam nyusulin Tita ke Paris. Cuma dalam hitungan nggak sampai sehari aja Adam udah di Paris. Padahal Tita sekeluarga aja butuh waktu sebulan untuk ngurus administrasi ke Paris. Ya kecuali kalau Adam diceritakan emang sering bolak-balik Paris dan masih punya visa yang berlaku.
     Kalau bahas inti cerita di film ini sebenernya bagus banget, tentang hubungan LDR bertahun-tahun dan kegalauan seorang perempuan berusia 27 tahun yang belum juga dilamar sama kekasihnya. Fenomena yang banyak banget terjadi di kehidupan sehari-hari. Sayangnya eksekusinya berjalan dengan kurang baik. Padahal akting Samuel Rizal dan Shandy Aulia bagus banget untuk memerankan karakternya masing-masing.
     Nggak tau kenapa, aku ngerasanya adegan kebersamaan Adit dan Tita di sini berasa dikit banget. Beberapa adegan agak gampang ketebak terutama ketika adegan Adam dan Tita yang terpisah di lift menara Eiffel. Scene ini cukup bikin adegan selanjutnya sangat mudah ditebak.
 
Eiffel... I'm in Love 2
     Untuk sebuah film sekuel, film ini memang cukup mengecewakan, jadi kalau boleh dibilang, film ini lebih cocok disebut remake karena banyaknya pengulangan adegan di filmnya yang dulu. 
     Tapi terlepas dari itu, film ini tetep bagus dan wajib buat ditonton. Kekonyolan Adit yang galak tapi romantis bikin senyum-senyum sendiri. Belum lagi tingkah manja Tita yang selalu menggoda Adit yang lagi marah. Bikin gemes banget ngeliatnya. 
     Oiya, plusnya lagi, semua pemain terdahulu masih tetap dipertahankan ada di film ini, kecuali Didi Petet yang diceritakan meninggal karena dikehidupan nyata memang Didi Petet sudah meninggal sejak 2015 lalu. Dan lagu-lagu soundtrack dari Melly Goeslaw juga bikin film ini makin berasa romantisnya. 
        
Genre : Drama
Duration : 117 minutes
Distributor : Soraya Intercine Films
Producer : Sunil Soraya
Director : Rizal Mantovani
Writer : Donna Rosamayna
Cast : Shandy Aulia, Samuel Rizal, Tommy Kurniawan, Saphira Indah, Helmy Yahya, Hilda Arifin, Shakira Alatas
Tayang di Bioskop Wednesday, 18 February 2018
   

You Might Also Like

0 komentar

© chaca atmika 2010 - 2016. Powered by Blogger.

Popular Posts

Follow on Twitter

Contact Us

Name

Email *

Message *