Review Film: 22 Menit

Wednesday, July 25, 2018

     Suatu pagi yang tenang di bulan Januari 2016 mendadak menjadi genting dan mencekam setelah terjadi serangan bom di daerah Thamrin, Jakarta. Seorang polisi bernama Ardi dengan satuan kepolisian segera memburu pelaku pengeboman. Bersama seorang polisi lalu lintas bernama Firman, Ardi harus menyelamatkan warga dan mengamankan situasi. Baku tembak dengan pelaku pun tidak terhindarkan.
     Kejadian ini melukai puluhan orang. Salah satu korban adalah office boy bernama Anas yang sedang membeli pesanan makan siang. Korban luka lain adalah Dessy dan Mitha, dua karyawati yang sedang bergegas ke tempat kerja.
     Ardi, Firman dan segenap jajaran unit anti terorisme mempertaruhkan nyawa demi mengamankan ibukota dari ledakan bom tersebut. Dalam 22 menit, pelaku berhasil diringkus. Namun, peristiwa tersebut telah mengubah hidup banyak orang.
 
22 Menit 
REVIEW :
     Bisa dibilang 22 Menit jadi salah satu film yang pengen banget aku tonton karena 2 kali liat promo dari para castnya di TV. Buat yang nggak tau ini film apa pasti bakalan nggak puas ketika nonton filmnya, entah karena ceritanyalah, pemainnya atau editing dan pengambilan gambarnya, tapi kalau udah tau ini tuh film tentang apa pasti bakalan merinding dan flashback sama kejadian bom Thamrin 2016 lalu.
     Nggak kaget dengan alurnya yang maju mundur karena emang udah dikasih tau juga sama para castnya, jadi paham banget lah sama film ini. 22 Menit sebelum bom meledak sampai akhirnya para pelaku tertangkap. Asli merinding banget pengen nangis kayak ngerasain banget sedihnya, sakitnya, prihatinnya sama apa yang terjadi di Thamrin.
     Di film ini kita dikasih lihat dari berbagai macam sisi, mulai dari kegiatan polisi lalu lintas yang posnya di bom, aktivitas orang-orang yang ada di coffee shop, keadaan para pengguna jalan, pasukan elite pemburu teroris, sampai kegiatan yang dilakukan teroris sebelum beraksi.
     Karena di film ini lebih ke "membawa kembali" kita ke kejadian bom Thamrin, sisi dramanya emang kurang berasa deep, tapi cukuplah porsinya karena memang bukan itu yang diangkat. Tapi dari film ini kita juga jadi bisa lihat bagaimana perbandingan reaksi dari istri abdi negara dan yang baru akan menjadi isti abdi negara. Tottaly different dan itulah yang sering bikin kita denger kalau jadi istri abdi negara itu nggak gampang.
     Kalau dari segi pemain, selalu suka ya ngeliat Ario Bayu kalau udah berperan yang macho-macho kayak gini, karena dapet banget feelnya. Tapi menurut aku nih peran Ardina Rasti di film ini kurang berasa gregetnya. Kenapa aku bisa bilang kayak gitu, karena di promo, Rasti selalu bilang kalau dia berperan jadi cewek yang nyebelin, bahkan dia pernah bilang untuk kita ngebayangin Ibu-Ibu yang ditilang tapi malah gigit polisinya, otomatis ekspektasi aku lebih donk, sayangnya di film ini menurut aku kurang berasa nyebelinnya. Kayak datar aja gitu, padahal kalau pernah nonton akting Rasti di FTV, dia bisa lho berperan jauh lebih nyebelin daripada di film ini.
     Over all film ini bagus, jadi bisa ngasih tau kita juga kenapa sih polisi dianggap lambat ketika menangkap teroris, karena ya emang dari dapat info sampai melakukan penyerangan butuh waktu dan perencanaan strategi juga. Tapi ada beberapa kejanggalan-kejanggalan kecil yang cukup terlihat sih buat aku, kayak channel radio yang awalnya 104.6 FM tapi pas di ending Ario Bayu terlihat nyetelnya 102.2 FM. Dan yang nggak masuk akal kayak Vincent siaran pagi tapi sampai sore yang siaran masih Vincent juga haha. Itu sih mungkin kalau dari pandangan aku. 
     Tapi diluar itu apresiasi sih buat film ini yang sukses bikin aku deg-deg-an, gemeteran sampai pengen nangis saking sedihnya kayak ngerasain banget apa kegaduhan yang terjadi di sana. Dan cukup bikin flashback sama kejadian itu karena beberapa detailnya ditampilin di film itu juga.
 
Genre : Action, Drama
Duration : 71 minutes
Distributor : Dahlia Collective
Producer : Lexy Mere
Director : Eugene Panji, Myrna Paramita
Writer : Husein M. Atmodjo, Gunawan Raharja
Cast : Ario Bayu, Ade Firman Hakim, Ajeng Kartika, Ardina Rasti, Ence Bagus, Fanny Fadillah, Hana Malasan, Khiva Iskak, Mathias Muchus, Raya Adena Syah, Taskya Namya, Totos Rasiti, Vincent Rompies 
Release Date : Thursday, 19 July 2018
 
 

You Might Also Like

0 komentar

© chaca atmika 2010 - 2016. Powered by Blogger.

Popular Posts

Follow on Twitter

Contact Us

Name

Email *

Message *