Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi

Sunday, March 13, 2011

Definisi Ilmu Ekonomi
menurut Paul A. Samuelson , definisi dari ilmu ekonomi yaitu " studi mengenai bagaimana cara manusia dan masyarakat sampai kepada pilihan ( dengan atau tanpa uang ) untuk menggunakan sumber-sumber ekonomi yang terbatas yang dapat mempunyai kegunaan-kegunaan alternatif untuk menghasilkan berbagai macam barang dan mendistribusikan untuk konsumsi baik sekarang maupun masa yang akan datang diantara berbagai orang dan golongan dalam masyarakat ".
Kebutuhan dapat dikelompokan menjadi 2 :
  1. Kebutuhan ekonomi, yaitu kebutuhan akan barang-barang keperluan hidup yang dapat dinilai dengan uang, misalnya makan dan minum.
  2. Kebutuhan non ekonomi, yaitu kebutuhan yang tidak dapat dinilai dengan uang.
 Kebutuhan ekonomi pada dasarnya bersifat :
  1. Berbeda untuk setiap orang ataupun kelompok.
  2. Tidak sama sepanjang waktu.
  3. Berkembang dalam jumlah dan kwalitasnya.
  4. Saling melengkapi atau saling berlawanan.
Kebutuhan dari segi kepentingannya :
  1. Kebutuhan primer, yaitu kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi, misalnya makan dan minum.
  2. Kebutuhan sekunder, yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi supaya orang dapat hidup lebih baik, misalnya buku bacaan.
  3. Kebutuhan tersier, yaitu kebutuhan yang bisa dipenuhi setelah kebutuhan sekunder, mislanya berlibur ke luar negeri.
Kebutuhan dari segi sifat :
  1. Kebutuhan jasmani, yaitu kebutuhan material seperti rokok.
  2. Kebutuhan rohani, yaitu kebutuhan jiwa seperti agama.
Kebutuhan dari segi tujuan :
  1. Kebutuhan individual, yaitu kebutuhan perorangan, seperti mandi.
  2. Kebutuhan sosial, yaitu kebutuhan untuk masyarakat, seperti tempat ibadah.
Kebutuhan dari segi waktu :
  1. Kebutuhan sekarang, yaitu kebutuhan untuk masa sekarang, seperti buku pelajaran bagi pelajar.
  2. Kebutuhan masa yang akan datang, yaitu kebutuhan untuk waktu mendatang, seperti rumah setelah menikah.
Ilmu ekonomi merupakan kelompok ilmu sosial, karena yang menjadi sasaran studinya adalah perilaku masyarakat. Namun ilmu ekonomi berbeda dengan ilmu sosial lainnya, sebab ilmu ekonomi mempelajari masyarakat dari segi pemenuhan kebutuhan dengan mimilih sumber-sumber produksi yang terbatas dan cara pemakaiannya yang paling tepat. Dalam praktek sulit memisah-misahkan mana yang termasuk dalam perilaku ekonomi dan yang tidak, sebab struktur ekonomi suatu negara sangatlah rumit dan kompleks.
Hukum ekonomi adalah kesimpulan umum dari persoalan-persoalan ekonomi yang terjadi berulangkali. Sekumpulan hukum ekonomi disebut teori ekonomi. Setiap ekonomi menerangkan hubungan yang ada antara faktor yang satu dengan yang lain dengan asumsi ceteris paribus. Hubungan antara faktor-faktor tersebut dibedakan menjadi 2, yaitu hubungan fungsional dan hubungan kausalitas.
Permasalahan Pokok Masyarakat
Setiap masyarakat diseluruh dunia akan menghadapi 3 masalah pokok sebagai berikut :
  1. What, yaitu masalah apa yang harus diproduksi dan berapa jumlahnya serta alternatif dari barang-barang dan jasa yang mana yang akan diproduksi.
  2. How, yaitu masalah bagaimana barang-barang itu diproduksi, dalam arti siapa yang memproduksi, faktor-faktor produksi dan tekhnologi apa yang digunakan.
  3. For Whom, yaitu siapakah yang mendapatkan dan menikmati barang-barang yang diproduksi.
Mekanisme harga memang alat yang ampuh untuk memecahkan permasalahan ekonomi. Namun untuk masalah-masalah ekonomi penting tertentu, mekanisme harga tidak bisa memecahkannya dengan baik, seperti :
  1. Distribusi pendapatan.
  2. Ketidaksempurnaan pasar.
  3. Barang-barang kolektif.
  4. Externalitas.
  5. Pengelolaan perekonomian secara makro.
Sistem Ekonomi
yaitu hubungan antara komponen-komponen ekonomi dengan kerangka hukum dan adat yang mengatur bagaimana komponen-komponen tersebut melakukan kegiatannya. Sistem ekonomi di dunia dibedakan menjadi :
  1. Kapitalisme, yaitu sistem ekonomi yang mengakui adanya hak milik swasta atas alat-alat produksi untuk tujuan mencari laba dalam kondisi persaingan.
  2. Sosialis.
  3. Komunisme, yaitu sistem ekonomi yang menganut paham bahwa setiap orang hidup dan bekerja berdasarkan motto " From each according to his ability, to each according to his needs ".
Indonesia sendiri menganut paham kapotalisme dan sosialis. Dapat dilihat dari perencanaan pusat, propinsi dan kabupaten. Sebagian besar barang dan jasa serta faktor-faktor produksi ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran

You Might Also Like

0 komentar

© chaca atmika 2010 - 2016. Powered by Blogger.

Popular Posts

Follow on Twitter

Contact Us

Name

Email *

Message *