Konflik Organisasi dan Bagaimana Penyelesaiannya

Tuesday, October 12, 2010

     Dalam suatu organisasi , seringkali terjadi sebuah konflik. Konflik ini terjadi antara pihak satu dengan pihak lainnya dalam suatu komunitas yang disebut organisasi. Biasanya konflik ini terjadi karena :
    • Berbagai sumber daya yang langka. 
    Karena sumber daya yang dimiliki organisasi terbatas/langka maka perlu dialokasikan. Dalam alokasi sumber daya tersebut suatu kelompok mungkin menerima kurang dari kelompok yang lain. Hal ini dapat menjadi sumber konflik. 
      • Perbedaan dalam tujuan.                 
      Dalam suatu organisasi biasanya terdiri dari atas berbagai macam bagian yang bisa mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Perbedaan tujuan dari berbagai bagian ini kalau kurang adanya koordinasi dapat  menimbulkan adanya konflik.
      • Saling ketergantungan dalam menjalankan pekerjaan. 
      Organisasi merupakan gabungan dari berbagai bagian yang saling berinteraksi. Akibatnya kegiatan satu pihak mungkin dapat merugikan pihak lain. Dan ini merupakan sumber konflik pula.
      • Perbedaan dalam nilai atau persepsi.   
      Perbedaan dalam tujuan biasanya dibarengi dengan perbedaan dalam sikap, nilai dan persepsi yang bisa mengarah ke timbulnya konflik.
      • Sebab-sebab lain. 
      Selain sebab-sebab di atas, sebab-sebab lain yang mungkin dapat menimbulkan konflik dalam organisasi misalnya gaya seseorang dalam bekerja, ketidak jelasan organisasi dan masalah-masalah komunikasi.
         
        Dari macam-macam penyebab timbulnya konflik di atas, tentu terdapat penyelesaiannya, seperti :
      • Kompetisi. 
      Penyelesaian konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang  lain. 
      • Akomodasi.  
      Penyelesaian konflik yang menggambarkan kompetisi bayangan cermin yang memberikan keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik perdamaian.
      • Sharing. 
      Suatu pendekatan penyelesaian kompromistis antara dominasi kelompok dan kelompok damai. Satu pihak memberi dan yang lain menerima sesuatu. Kedua kelompok berpikiran moderat, tidak lengkap, tetapi memuaskan.
      • Kolaborasi.  
      Bentuk usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak. Usaha ini adalah pendekatan pemecahan problem (problem-solving approach) yang memerlukan integrasi dari kedua pihak.
      • Penghindaran.
      Menyangkut ketidakpedulian dari kedua kelompok. Keadaaan ini menggambarkan penarikan kepentingan atau mengacuhkan kepentingan kelompok lain.
            Sebagai contoh, saya mengikuti sebuah organisasi kecil di kampus saya yaitu Universitas Gunadarma. Dalam organisasi ini saya menjabat menjadi sekretaris. Seringkali konflik muncul dalam organisasi ini, seperti cekcok terhadap ketua, miss comunication yang menyebabkan salah paham dan lainnya.
            Dalam suatu organisasi, kita telah diajarkan untuk bertoleransi dalam menyatukan beberapa pikiran dalam menjadi sebuah kesimpulan. Tidak mudah memang, dikarenakan banyaknya kepala dan pemikiran. Untuk itu perlu adanya kordinasi. Dalam anggota team, kita harus kompak dalam beberapa hal.
           Sebagai saran, dalam menjalani organisasi memang tidak mudah, untuk itu diperlukan adanya keterbukaan terhadap sesama anggota. Misalnya, salah satu anggota ada yang tidak beres dalam melaksanakan tugasnya, sang ketua wajib menegur, begitu pula sebaliknya, apabila anggota merasa sang ketua tidak becus dalam menjalankan tugasnya, anggota juga berhak memberi tahu, tentunya dengan cara yang baik agar terjadinya konflik dan salah paham. Dengan rasa terbuka dan menerima saran kritik, otomatis organisasi akan berjalan lancar.

      You Might Also Like

      2 komentar

      1. hei artikelnya bagus nih...
        klo sempet boleh dong mampir ke blog gw

        ReplyDelete

      © chaca atmika 2010 - 2016. Powered by Blogger.

      Popular Posts

      Follow on Twitter

      Contact Us

      Name

      Email *

      Message *