Seberapa Penting Vaksinasi untuk Pencegahan DBD?

By Chaca Atmika - Thursday, April 11, 2024

     Sejak awal tahun 2024 rasanya sering sekali kita mendengar ataupun membaca berita terkait kasus penyakit demam berdarah dengue atau DBD. Bahkan di pertengahan bulan Maret 2024, kakak saya harus mengalami penyakit yang juga merupakan penyebab kematian nomor enam tertinggi pada anak ini. Sempat menjadi pertanyaan, mengapa kakak saya bisa sampai terkena DBD ya?
 
     Menjawab pertanyaan terkait mengapa penyakit ini bisa tiba-tiba menyerang kakak, 21 Maret 2024 lalu, saya bersama teman-teman blogger dan media lainnya berkesempatan menghadiri acara Talkshow dan Buka Puasa Bersama Takeda dan Kementerian Kesehatan untuk membahas pencegahan DBD di Indonesia. Dasi sini saya tahu, ternyata penyakit DBD ini bisa terkena pada siapa saja tanpa melihat umur, tempat tinggal dan gaya hidup. Oleh karena itu penting bagi kita untuk tetap melakukan pencegahan secara komprehensif.
 
Seberapa Penting Vaksinasi untuk Pencegahan DBD?

     Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2023 yang dipaparkan oleh Dr Imran Pambudi, MPHM, selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, terdapat 114.435 kasus DBD di 465 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi dengan angka kematian mencapai 894 jiwa. Dengan data tersebut, tentunya kasus demam berdarah ini akan terus menjadi perhatian kesehatan masyarakat Indonesia. Apalagi seperti yang kita tahu, saat ini belum ada pengobatan yang khusus untuk demam berdarah dengue. Padahal penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini bisa terjadi berulang dan semua orang berisiko terkena demam berdarah dengue.
 
     Dr. Imran Pambudi juga menambahkan bahwa saat ini beberapa daerah telah menetapkan status Kondisi Luar Biasa (KLB) Dengue, "Implementasi 3M Plus masih memegang peran yang sangat krusial dalam pengendalian kasus DBD di Indonesia. Sampai dengan minggu ke-11 tahun 2024, terdapat 35.556 kasus DBD di Indonesia dengan 290 kematian. Di bulan Maret ini saja, beberapa daerah sudah menetapkan KLB, seperti Jepara, Enrekang, Kutai Barat, Lampung Timur dan Kab Nagekeo. Oleh karena itu, pemerintah tidak pernah bosan untuk terus menekankan pentingnya 3M Plus dan termasuk mempertimbangkan pencegahan inovatif seperti Wolbachia dan vaksin DBD."
 
Seberapa Penting Vaksinasi untuk Pencegahan DBD?

Seberapa Penting 3M Plus dan Vaksin untuk Pencegahan DBD?

 
     Mungkin masih banyak masyarakat yang belum paham betul terkait 3M Plus dalam hal pencegahan DBD. Padahal, menurut dr. Alvin Saputra selaku Praktisi Kesehatan Indonesia, 3M Plus jauh lebih efektif dibandingkan dengan fogging. Selain membuat polusi udara, fogging hanya sebatas dapat membuat nyamuknya mati namun sarang atau jentiknya yang ada di dalam air tidak bisa dipastikan ikut mati, sehingga percuma dan hanya membuang-buang uang saja. Definisi dari 3M Plus yaitu:
 
  1. Menguras, merupakan kegiatan membersihkan/menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya.
  2. Menutup, merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum.
  3. Mendaur Ulang Barang-Barang Bekas, kita disarankan untuk memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang) yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.
 
Plus-nya sendiri adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti:
  • Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk,
  • Menggunakan obat anti nyamuk,
  • Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi,
  • Gotong-royong membersihkan lingkungan,
  • Periksa tempat-tempat penampungan air,
  • Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup,
  • Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras,
  • Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar,
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk.

Seberapa Penting Vaksinasi untuk Pencegahan DBD?

     Apabila 3M Plus bisa diterapkan di seluruh masyarakat Indonesia, bukan tidak mungkin kita akan mencapai target 0 kematian akibat dengue di tahun 2030. Apalagi saat ini Kementerian Kesehatan telah bekerja sama dengan PT Takeda Innovative Medicines dalam upaya pencegahan DBD di Indonesia melalui kampanye #Ayo3MplusVaksinDBD . Bahkan kampanye ini telah meraih penghargaan dalam ajang PR Indonesia Award 2024 untuk kategori Corporate PR lho.
 
     Vaksin DBD yang tersedia di Indonesia sendiri saat ini bisa didapatkan untuk usia mulai dari 6 hingga 45 tahun. Mengingat anak-anak rentan terhadap infeksi dan komplikasi yang mungkin timbul, Vaksin Demam Berdarah dapat membangun sistem imun yang tangguh dan melindungi generasi mendatang dari ancaman penyakit demam berdarah dengue melalui tindakan preventif ini.

Seberapa Penting Vaksinasi untuk Pencegahan DBD?
 
Selain itu,  manfaat vaksin demam berdarah yaitu:
 
  1. Perlindungan optimal, anak yang mendapat vaksin demam berdarah memiliki peluang lebih rendah untuk mengembangkan infeksi demam berdarah yang parah dan membantu melindungi anak dari risiko serius yang ditimbulkan oleh penyakit ini.
  2. Mengurangi penyebaran virus, tidak hanya melindungi anak, tetapi kita juga membantu mengurangi penyebaran virus dengue ke orang lain. Hal ini menciptakan efek perlindungan komunal yang penting untuk mencegah wabah.
  3. Mengurangi beban kesehatan masyarakat, vaksinasi dapat membantu mengurangi jumlah kasus demam berdarah yang memerlukan perawatan medis intensif, sehingga mengurangi beban pada sistem kesehatan masyarakat. 
 
     Sebagai masyarakat, sudah saatnya kita meningkatkan kesadaran terhadap bahaya dengue dan pencegahannya melalui 3M Plus dan Vaksin Demam Berdarah. Kejadian kakak yang sempat di rawat di rumah sakit karena DBD kemarin, bikin saya sadar kalau vaksin itu ternyata penting banget sebagai investasi di masa depan dan juga dapat menunjang produktivitas. Karena kalau sakit, gimana bisa produktif?

Seberapa Penting Vaksinasi untuk Pencegahan DBD?

  • Share:

You Might Also Like

1 komentar

  1. Penting juga ya ternyata apalagi di musim hujan gini marak banget DBD

    ReplyDelete