Tangga-Tangga Curam di Dunia

Monday, November 03, 2014

     Ketinggian yang curam dan letaknya yang mengerikan membuat tangga-tangga ini tak hanya menantang nyali, namun juga nyawa. Cocok bagi anda penyuka wisata ekstrem.
     The Haiku Stairs. Serangkaian 4.000 anak tangga dengan panjang 2.800 meter yang membentang dari lembah Haiku ke puncak Pu'u Keahi A Kahoe di Hawaii di mana lokasi ini selalu tertutup awan, lokasi ini disebut juga tangga menuju surga oleh masyarakat setempat. Ribuan anak tangga tersebut awalnya dibuat dari kayu, namun pada tahun 1950-an, anak tangga dari kayu tersebut diganti dengan beton. Dari atas, kita dapat menikmati pemandangan menakjubkan di sisi punggung bukit. Di bagian puncak, kita bisa melihat antena yang mentransmisikan sinyal radio 200.000 watt yang digunakan untuk berkomunikasi dengan kapal selam. Sayangnya, sejak 1987 tempat ini ditutup untuk umum. Pemanjat tebing ilegal di sana biasanya melewati tangga ini pada pagi hari untuk umum. Pemanjat tebing ilegal di sana biasanya melewati tangga ini pada pagi hari unutuk menghindari penjaga yang ditempatkan di pangkalan. Masyarakat setempat sudah beberapa kali meminta pemerintah negara bagian Hawaii agar segera membuka kembali The Haiku Stairs untuk umum, namun membutuhkan biaya yang mahal untuk menjaga agar anak tangga-anak tangga itu selalu dalam kondisi aman.
     Tangga tebing di kawasan air terjun Pailon Del Diablo. Landmark yang terletak di sebuah tebing di hutan raya Ekuador ini berada di pinggir sungai Pastaza. Tangga di air terjun ini terbuat dari kerikil-kerikil besar yang berfungsi untuk mengurangi licin, walau begitu lantai tangga tetap saja licin karena selalu terkena cipratan air yang berasal dari air terjun. Ketika sudah berada di atas dan melihat ke bawah, tangga-tangga ini seolah membaur dan menciptakan ilusi seperti sebuah seluncuran batu.
     Half Dome. Salah satu landmark terkenal di Yosemite National Park California Amerika Serikat ini banyak dinaiki wisatawan. Namun, butuh usaha keras utuk mencapai puncaknya. Bukan hanya naik tangga biasa, dengan bentuknya yang vertikal dan tidak ada kemiringan, kita akan seperti mendaki dengan pijakan seadanya dan dilengkapi pegangan tali sejeni kabel. Awalnya, pada tahun 1986, puncak Hal Dome menjadi satu-satunya titik di Yosemite yang tidak pernah diinjak oleh kaki manusia. Namun, 10 tahun kemudian, George G. Anderson mencapai puncak Half Dome dan meletakkan rute kabel pemandu yang dipakai sebagai panduan mencapai puncak Half Dome hingga saat ini. Sejak saat itu pula, ribuan pendaki bisa mencapai puncak setiap tahunnya. Dari puncak Half Dome yang merupakan daerah datar yang besar, pendaki dapat bersantai dan menikmati pemandangan berupa Little Yosemite Valley dan Valley Floor.
On Air Saturday, 1 November 2014
Edited by Fachrozi Hadi

You Might Also Like

0 komentar

© chaca atmika 2010 - 2016. Powered by Blogger.

Popular Posts

Follow on Twitter

Contact Us

Name

Email *

Message *