Cari Tahu Lebih Banyak Tentang Kekayaan dan Kebudayaan Papua di Wonderful Papua Online Blogger Gathering

Saturday, August 15, 2020

     Beberapa waktu yang lalu, aku dan 29 blogger lainnya terpilih untuk mengikuti acara Wonderful Papua Online Blogger Gathering yang diselenggarakan oleh EcoNusa Foundation dan Blogger Perempuan. Fyi guys, EcoNusa Foundation ini merupakan organisasi nirlaba yang bertujuan untuk mengangkat pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan di Indonesia dengan memberi penguatan dari inisiatif-inisiatif lokal.
 
     Di tema Online Blogger Gathering ini kita bakalan membahas tentang kekayaan dan kebudayaan Papua yang unik, menarik dan banyak banget. Kalau sebelumnya, pertama kali mendengar kata Papua pasti yang terlintas di kepala kalian adalah Raja Ampat. Ya kan? Padahal banyak banget lho tempat wisata yang menjadi tujuan liburan di sana. Mungkin kalian bisa baca juga artikel aku tentang beberapa destinasi wisata di Papua. Dari situ kalian bisa sedikit ngebayangin kalau Papua tuh ternyata memiliki kekayaan dan kebudayaan yang banyak banget dan sangat menarik untuk diketahui.
  
Wonderful Papua Online Blogger Gathering
     Nah lewat online blogger gathering inilah CEO EcoNusa, Bustar Maitar, Ketua Asosiasi Homestay Raja Ampat, Kristian Sauyai, Alfa Ahoren, yang merupakan perwakilan anak muda Papua dan Jeni Karay sebagai moderator yang juga merupakan Papua social media influencer dan Commodity ambassador untuk Provinsi Papua dan Papua Barat ngasih sharing-sharing tentang Wonderful Papua yang bikin aku jadi makin tahu tentang kekayaan dan kebudayaan di Papua yang nggak dimiliki di tempat lain.
 
Online Blogger Gathering oleh EcoNusa dan Blogger Perempuan

Nyobain Kopi Arabica Wamena

     Oiya sebelumnya aku juga dikirimin merchandise dari Blogger Perempuan dan EcoNusa Foundation yang berupa tote bag, note book dan kopi Arabica Wamena. Pertama kali dapat kopi Arabica Wamena aku langsung excited karena belum pernah tau dan nyobain sebelumnya. Jadi di Papua itu ada 2 kawasan terbesar penghasil kopi yaitu Nabire dan Wamena. Nah, kopi Wamena ini terdapat di perkebunan Lembah Baliem yang ada di sepanjang sisi timur pegunungan Jayawijaya dengan panjang lembah kira-kira sekitar 80 km. Uniknya, kopi ini termasuk salah satu kopi organik karena tumbuh subur di ketinggian 1.200-1.600 mdpl tanpa menggunakan pupuk kimia. Bahkan nih, proses penanaman biji kopinya pun masih tradisional, di tanam oleh petani tanpa menggunakan alat-alat modern dan bikin taste kopi ini berbeda dan digemari masyarakat.
 
Merchandise dari Blogger Perempuan dan EcoNusa Foundation

Resep Kreasi Kopi Wamena

     Kalau kalian pengen nyobain kopi Wamena ini, Blogger Perempuan juga ngasih aku resep untuk mengkreasikan kopi biar tambah enak ketika menikmati kopinya. Mulai dari Oatmeal Latte, Pudding Kopi sampai jadi Kopi Rempah. Nih aku kasih bocoran resepnya biar kalian bisa coba juga.
 
Resep Kreasi Kopi Wamena

Intip Video: Suku Moi Kelim, Hutan Kami Hidup Kami, Malagufuk

    Sebelum sharing lebih banyak tentang kekayaan dan kebudayaan Papua, kita ditunjukkin video dari EcoNusa Foundation tentang kehidupan masyarakat di Kampung Malagufuk, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Dengan lebih dari 250 kelompok suku asli di Tanah Papua yang memiliki bahasa unik dan berbeda, sebagian besar suku-suku asli tersebut menggantungkan hidup mereka pada hutan hujan tropis yang luasnya hampir setara dengan 215 kali kota London.
 
     Jadi harus sangat kita sadari betul bahwa hutan-hutan di Tanah Papua selain sebagai masa depan penghidupan masyarakat adat, juga merupakan masa depan iklim Indonesia dan dunia. Nah ini juga lah yang menjadi salah satu program dari Yayasan EcoNusa untuk mendorong ekoturisme berbasis masyarakat adat yang berkelanjutan untuk menyelamatkan hutan dan membantu memastikan penghidupan berkelanjutan masyarakat asli di Tanah Papua melalui aksi nyata bersama.
 
    

Papua Sebagai Destinasi Ekowisata

     Sebagai salah satu Pulau terbesar dan berada di bagian paling timur Indonesia, Papua memiliki keunikan budaya yang berbeda dari kebanyakan budaya dari daerah lain di Indonesia. Papua dikatakan sebagai destinasi hijau bukan semata-mata karena hutannya yang masih banyak, tetapi destinasinya dikelola dengan cara-cara yang bertanggung jawab, masih dikelola dengan baik oleh masyarakat itu sendiri dan juga pengunjung yang datang ke wilayah tersebut juga bertanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan.
 
     Papua harus didorong sebagai destinasi hijau karena seperti yang kita lihat, hutan Indonesia di Sumatera dan Kalimantan sudah hampir habis, bahkan di Sulawesi juga perlahan-lahan mulai habis. Sehingga hutan di Papua juga jika tidak kita jaga maka Indonesia lama-lama tidak memiliki hutan lagi. Hutan Papua memiliki spesies flora dan fauna yang endemik, seperti Cenderawasih dan Kasuari. Uniknya lagi, hutan di Papua tidak memiliki hewan-hewan besar seperti di Kalimantan dan Sumatera. Hewan yang paling besar di Papua yaitu burung Kasuari.

Burung Kasuari - Source : www.jalaksuren.net

Rekomendasi Destinasi Ekowisata di Papua ala EcoNusa

     Untuk kalian yang baru pertama kali mau nyobain liburan ekowisata di Papua, EcoNusa rekomendasiin beberapa tempat familiar dan indah yang bisa jadi tujuan wisata. Di beberapa tempat ini selain bisa melihat keindahan Papua, kita bisa juga melihat flora dan fauna serta belajar kebudayaan dari masyarakat Papua.
  

1. Danau Sentani

Danau yang sangat indah ini bisa kita lihat keindahannya juga dari atas pesawat yang menuju Jayapura.
 

2. Pegunungan Arfak

Di sana banyak satwa endemik yang dapat dilihat, seperti salah satu spesies burung Cenderawasih yang bisa menari seperti penari balet, lalu ada burung pintar yang pandai membuat rumah yang setelah ia selesai membuat rumah burung tersebut akan menarik lawan jenisnya untuk datang ke sana.
 

3. Hutan Malagufuk

Tempat melihat burung Cenderawasih di kawasan Sorong. Sayangnya kawasan ini overlap, karena sudah ada rencana pembangunan perkebunan kelapa sawit.
 

4. Manokwari, Papua Barat

Di sini kita bisa menonton Festival Kesenian Budaya Papua Barat. Biasanya di setiap kabupaten-kabupaten di Papua Barat bisa datang berkumpul untuk menampilkan tarian yang akan dipertontonkan. Kegiatan ini rutin dilangsungkan setiap tahun di Papua Barat setiap bulan Agustus ke atas.
 

5. Raja Ampat

Hutannya masih bagus dan hijau dengan beberapa spesies endemik seperti Cenderawasih Merah dan Botak. Lautnya pun bersih dan karang-karang yang bagus dengan panorama pulau-pulau yang indah.
  
Pulau Friwen, Raja Ampat, Papua Barat - Source : www.econusa.id

Ekowisata Menginap di Home Stay Raja Ampat

     Apabila berkunjung ke Raja Ampat kita akan disuguhkan beberapa pilihan penginapan seperti resort ataupun homestay. Namun, jika ingin merasakan liburan ekowisata yang sesungguhnya dengan mengutamakan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta pembelajaran dan pendidikan, sebaiknya kita menginap di homestay. Memang, fasilitas yang didapatkan tidak semewah dan selengkap di resort.
  
Homestay di Raja Ampat, Papua Barat - Source : www.econusa.id
     Lengkapnya fasilitas di resort terkadang menjadi tantangan tersendiri oleh para pemilik homestay agar menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Apalagi dengan beberapa keterbatasan yang dimiliki oleh homestay terkadang membuat resort lebih digemari, seperti:
 
  1. Pemahaman Bahasa Inggris yang masih kurang. Hal ini berpengaruh terhadap wisatawan luar negeri yang menjadi bosan, karena tidak adanya interaksi antara tour guide dan turis.
  2. Semakin banyak resort yang harganya murah dan bersaing dengan home stay. 
  3. Kurangnya fasilitas diving ataupun snorkling. Karena biasanya turis yang datang akan mencari penginapan yang langsung juga memiliki dive centre.
 
     So, kalau kalian memang pengen dapetin pengalaman atau sensasi yang berbeda dengan liburan-liburan di tempat lain, mendingan pilih homestay karena bakalan lebih seru dan juga bisa lebih membantu masyarakat di sana. Well, karena masih pandemi dan nggak memungkinkan untuk liburan ke Papua dalam waktu dekat, yuk mulai nabung biar tahun depan bisa langsung liburan ekowisata ke Papua.

You Might Also Like

0 komentar

© chaca atmika 2010 - 2016. Powered by Blogger.

Popular Posts

Follow on Twitter

Contact Us

Name

Email *

Message *