Revolusi Cinderella

Saturday, May 02, 2015

     Setelah menghasilkan karya klasik dari Shakespeare hingga Mary Shelley, kali ini Kenneth Branagh akan menceritakan kisah gadis upik abu, Cinderella, dengan versi berbeda.
     Kenneth Branagh yang menghabiskan sebagian besar karirnya pada karya-karya klasik, sebelumnya tidak pernah berpikir akan menceritakan kisah Cinderella untuk Disney.
"Sebuah dongeng? Mungkin, tapi yang saya harapkan mungkin 'Pinocchio' atau 'Rumpelstiltskin', yang merupakan favorit saya dan ternyata 'Cinderella', saya pikir itu sangat menarik", ujar Kenneth Branagh.
     Karakter Cinderella dicceritakan dengan versi berbeda. Walaupun Ibu tiri tetap jahat, tapi di film ini jelas alasan dia menjadi seperti itu. Dia seorang janda, yang bangkrut dan dia sedih karena anak perempuannya jadi korban kecelakaan kereta api. Satu-satunya harapan dia adalah salah satu anaknya mendapatkan sebelah sepatunya dan masuk ke istana.
"Kesulitannya dalam karakter ini menjadi pendendam, iri dan menguntungkan diri sendiri", ujar Cate Blanchett.
     Pesan dari film ini sendiri agar kita mencoba untuk tetap bangkit di dunia yang kejam ini. Di dunia ini kita arus menjadi pemberani dan menjadi orang baik. Karena kebaikanlah kekuatan sesungguhnya.
"Adegan favorit saya dalam film ini saat Cinderella mendapat kebenaran di akhir cerita dan narasinya adalah 'ini adalah resiko terbaik yang kami ambil' dan ditunjukkan kebenaran yang sesungguhnya. Dia mengatakan kepada Pangeran, ini adalah saya. Ini adalah siapa saya dan jika kamu mencintai saya dan saya mencintai kamu, walaupun pada akhirnya pria itu tidak menyelamatkan Cinderella, Cinderella membuat pilihan dan saya merasa seperti terdorong membuat karakter positif."
     Film Cinderella yang akan tayang di bioskop pada 13 Maret ini akan melepaskan pandangan kuno dari gadis yang menderita dan ksatria berbaju baja. Bukan lagi seorang gadis yang menunggu seorang pria untuk datang dan menyelamatkannya.
On Air Thursday, 5 March 2015
Edited by Wilibrodus Marianus

You Might Also Like

0 komentar

© chaca atmika 2010 - 2016. Powered by Blogger.

Popular Posts

Follow on Twitter

Contact Us

Name

Email *

Message *