Review: Jam Tangan Kayu Asli Indonesia, PALA Nusantara vs MATOA

Wednesday, October 28, 2020

     Tidak hanya sebagai penunjuk waktu, jam tangan juga bisa menjadi aksesoris pemanis di area tangan. Makanya nggak heran kalau trend jam tangan ini nggak ada matinya. Kebanyakan dari kita biasanya memiliki jam tangan berbahan stainless steel atau kulit. Tapi kalian udah pernah belum sih nyobain jam tangan yang terbuat dari bahan kayu?
 
     Buat yang belum punya jam tangan berbahan kayu, kalian mesti intip sih brand jam tangan kayu yang bakalan aku kasih tau kali ini. Wajib banget kalian punya karena kualitasnya yang bagus dan merupakan produk lokal asli Indonesia.
 
Jam Tangan Kayu Asli Indonesia, PALA Nusantara vs MATOA

Jam Tangan Kayu Eksotis dari PALA Nusantara

     Brand PALA Nusantara ini pertama kali digarap tahun 2017 oleh Ilham Pinastiko yang terinspirasi dari jenis perkebunan yaitu Pala dan Nusantara yang artinya bentang alam atau kepulauan dan lautan luas yang berasal dari belahan timur dunia. PALA Nusantara mengusung semangat untuk memperkenalkan kembali sejarah Pala ke platform lokal dan internasional, yang mewujudkan kualitas tinggi dan identitas Nusantara yang kuat.
 
     Setiap serinya, jam tangan PALA Nusantara terinspirasi dari kekayaan budaya nusantara yang diterjemahkan ke dalam design yang unik dan eksotis, serta fashionable agar anak-anak muda Indonesia tertarik untuk bercerita mengenai Nusantara kepada dunia melalui Jam Tangan PALA Nusantara.
 

Series Jam Tangan PALA Nusantara

     Saat ini jam tangan PALA Nusantara punya 6 series, 4 series original dan 2 series kolaborasi yang tujuannya sangat menginspirasi kita untuk melestarikan budaya dan juga untuk membantu sesama di tengah pandemi ini.
 

1. PALA Varna Series

     Koleksi PALA Varna Series memiliki 2 warna yaitu merah dan cokelat. Warna Cokelat, diadopsi dari warna bumi atau warna tanah, sebagai lambang orang Jawa dalam berpikir dan bertindak yang sederhana. Sedangkan warna merah memiliki makna yang diambil dari filosofi warna natural pada pahatan kayu khas Toraja. Unsur merah yang biasa disebut Litak Matarang ini melambangkan darah manusia sebagai lambang kehidupan. 

Price : IDR 700.000 - IDR 730.000
 
Jam Tangan Kayu PALA Varna Series


2. PALA Warna Mini

     Koleksi PALA Mini ini menggunakan desain simpel & minimalis yang memiliki warna krem dan cokelat yang diambil dari filosofi warna alami tanah, sebagai simbol masyarakat Jawa dalam berpikir dan bertindak secara sederhana. Serta warna merah yang diambil dari filosofi warna natural pada pahatan kayu khas Toraja. Unsur merah ini melambangkan darah manusia sebagai lambang kehidupan.

Price : IDR 550.000 
 
Jam Tangan Kayu PALA Warna Mini

3. PALA Pusaka

     PALA Pusaka ini terinspirasi dari Pusaka Abhisana yang merupakan jenis senjata sejarah yang digunakan oleh raja-raja di Nusantara. Senjata-senjata ini memberikan pesona dan kharisma bagi pemegangnya saat memimpin pasukannya untuk menghipnotis siapa pun yang ditemuinya.
 
Jam Tangan Kayu PALA Pusaka

4. PALA Satva Series

     Series ini terinspirasi dari fauna-fauna yang ada di Nusantara seperti Ikan Arwana, Ayam Cemani, Burung Merak dan Kura-Kura. Warna-warnanya pun lebih beragam yaitu abu-abu, hitam, hijau dan cokelat.

Price : IDR 650.000 - IDR 830.000
 
Jam Tangan Kayu PALA Satva Series

5. PALA Mylea Vegan

     Series ini merupakan kolaborasi antara PALA Nusantara dan Mylea yang merupakan salah satu industri jamur berkelanjutan terkemuka di Indonesia dalam misi untuk menyelamatkan dunia, melestarikan budaya dan memaksimalkan penggunaan sumber daya.

 

Jam Tangan Kayu PALA Mylea Vegan

6. PALA x MUKLAY

     Kolaborasi antara PALA Nusantara dan MUKLAY ini menghadirkan jam tangan kayu yang lebih colorfull. Kedua seriesnya dinamai dengan mengangkat nama hewan mitologi Nusantara yaitu Lembuswana yang lahir dari kerjaan Kutai Kertanegara yang merupakan simbol kekuatan dan kedaulatan kerajaan Kutai. Serta Babi Ngepet yang diambil dari cerita mitos urban tentang pesugihan atau makhluk jadi-jadian yang dapat mengambil uang orang dengan merubah dirinya menjadi seeokar babi.
 
     Series ini juga memiliki program #darikitauntukkita , dimana setiap produk PALA x MUKLAY yang terjual akan didonasikan 15% bersama #INDONESIAKUAT untuk para pahlawan di rumah sakit, jalanan ataupun di belakang layar agar tetap semangat, produktif, optimis dan memiliki harapan yang kuat di tengah pandemi ini. Inspiratif banget ya campaignnya.

Price: IDR 980.000
 
Jam Tangan Kayu PALA x MUKLAY

Jam Tangan Kayu dari MATOA

     Selain  PALA Nusantara, ada juga brand lokal untuk produk jam tangan kayu lainnya yaitu MATOA. MATOA mengawali perjalanan dengan 3 pengrajin yang ada di Ciwidey, Jawa Barat pada tahun 2011. Lucky Dana Aria sebagai mastermind di balik MATOA memiliki misi untuk menciptakan jam tangan yang ramah lingkungan dengan desain yang unik dan kampanye yang bermakna.
 
     Selain jam tangan kayu, MATOA juga mengeluarkan produk kacamata yang juga berbahan dasar kayu. Berbeda dengan PALA Nusantara yang memiliki desain lebih anak muda dengan harga yang lebih affordable, MATOA memiliki desain jam tangan yang terinspirasi dari jam tangan model stainless steel, hanya saja bahannya diubah menjadi kayu.
 

Series Jam Tangan MATOA

1. Elora

     Tidak hanya kayu, series ini menggabungkan material lain berupa stainless steel dan juga kulit pada bagian braceletnya.

Price : IDR 1.630.000
 
Jam Tangan MATOA

2. Rakai 

     Series ini diambil dari legenda "Jemaat Rakai" yang selalu menemukan jalan untuk berpindah dari bumi dan menemukan dunia yang lebih baik. Salah satu Jemaat Rakai bernama Amaya ini melindungi sebuah jam tangan kayu moonphase miliknya yang dispekulasi digunakan untuk “menyebarkan” energi ke tempat-tempat yang jauh dari bola bulan.

 Price: IDR 1.330.000
 
Jam Tangan MATOA

3. Singo

     Tampila jam tangan kayu series ini merupakan visualisasi dari wujud mitologi Singa di Indonesia yang merupakan perwujudan inspirasi yang menyeimbangkan dunia nyata dan dunia spirit.
 
Price : IDR 1.630.000
 
Jam Tangan MATOA

4. Way Kambas

     MATOA Way Kambas ini didedikasikan khusus untuk Badak Sumatra yang merupakan spesies terkecil diantara 5 spesies badak di dunia yang memiliki kulit berbulu dan berwarna coklat kemerahan. Spesies ini biasanya ditemukan di Sumatra, terutama di Bukit Barisan Selatan, Way Kambas, dan Taman Nasional Gunung Leuseur dengan perkiraan populasi dibawah 100 badak Sumatra.
 
Price : IDR 1.330.000 
 
Jam Tangan MATOA

5. Tomia

     Series ini terinspirasi dari Pulau Tomia. Keindahan underwater Nirvana nya mendorong kita untuk memperlambat waktu di sana dan tidak membiarkan waktu berlalu begitu saja.
 
Price : IDR 1.280.000 
 
Jam Tangan MATOA

6. Island Series

     MATOA menamai jam tangan kayunya dengan berbagai nama Pulau di Indonesia seperti Alor, Sunda, Mori, Kaili, Rote, Sumba, Flores, Gili dan Moyo.
 
Price : IDR 950.000 - IDR 1.170.000 
 
Jam Tangan MATOA

     Jadi guys, gimana? Cantik-cantik banget kan desain jam tangan kayu asli Indonesia. Keduanya sama-sama mempunyai pabrik di Bandung, Jawa Barat dengan 6 series berbeda dan harga yang juga bervariasi. Karena aku suka jam tangan yang modelnya kekinian, aku lebih prefer PALA Nusantara, apalagi harganya pun affordable dan sering banget ada diskon. Pokoknya cocok lah untuk kantong anak muda. Kalau kalian lebih suka yang mana? 
 

You Might Also Like

0 komentar

© chaca atmika 2010 - 2016. Powered by Blogger.

Popular Posts

Follow on Twitter

Contact Us

Name

Email *

Message *