Jadi Pahlawan Itu Nggak Harus Selalu Melakukan Hal-Hal Besar

Wednesday, July 20, 2016

     Hidup gue bisa dibilang terlalu mudah. Apapun yang gue inginkan bisa dengan gampang didapatkan. Bahkan ketika lulus kuliah dan mencari pekerjaan aja, gue nggak perlu susah-susah ngirim lamaran kerja kayak orang lainnya karena bantuan dari kenalan orang tua gue. Sampai akhirnya gue mutusin untuk resign setelah 2 tahun bergabung di sebuah perusahaan televisi swasta dengan pertimbangan ingin memajukan usaha yang dirintis sama orang tua.
     Kalau dibilang suka bisnis atau nggak, jujur aja sih gue bukan orang yang pinter ngelola bisnis. Tapi gue punya keinginan untuk membantu orang tua gue. Pertimbangannya, daripada orang tua gue bayar orang lain mahal-mahal, mendingan gaji anak sendiri, ya nggak sih? Ya walaupun usaha yang orang tua gue rintis ini belum bisa dibilang perusahaan juga sih hehe.
     Kelemahan gue di bidang bisnis adalah meyakinkan orang lain untuk beli produk yang gue jual. Sempet stres sendiri sih, karena kok gue nggak bakat ya di bidang ini. Di tengah kefrustasian gue, akhirnya gue mutusin untuk stop bantuin orang tua gue bisnis. Agak nggak enak sih, waktu tau mereka juga sempet kecewa. Tapi gue nggak bisa maksain untuk melakukan sesuatu yang nggak sesuai passion. Merasa bersalah sih udah pasti, tapi mau sampai kapan?
sumber foto : www.idntimes.com
     Sebenarnya, bisnis yang orang tua gue geluti masih dalam tahap merintis. Nyokap gue bisnis baju, tas dan souvenir lainnya dengan target market umur 30 tahun ke atas. Dan kebanyakan sistem penjualan yang kita lakukan masih berupa online di Facebook atau Instagram. Namanya jualan online, pasti harus rajin posting foto produk kan? Kebetulan banget, gue suka banget sama yang namanya photography, ya walaupun belum expert, tapi hasilnya ngga mengecewakan lah. Dari sini gue jadi mikir, kalau gue ngga bisa bantuin jualan, kenapa gue nggak bantuin foto-foto produk yang bakalan di jual aja ya? Selain membantu perkembangan bisnis, kan bisa juga melatih skill photography gue. Apalagi biasanya pembeli tertarik buat beli produk kita karena foto yang kita tampilkan itu menarik. Lagian, ngapain juga orang tua gue bayar orang mahal-mahal buat fotoin produk, padahal anaknya sendiri bisa, iya nggak sih?
sumber foto : www.convergencevc.com
     Walaupun gue ngga terjun langsung membantu usaha orang tua, setidaknya ada sedikit bantuan yang bisa gue berikan untuk mereka. Dan karena sekarang gue belum bekerja di perusahaan manapun lagi, otomatis nggak ada sedikitpun penghasilan yang masuk. Tapi karena gue udah terlalu dewasa, kalau masih harus minta uang saku dari orang tua pasti malah jadi beban untuk mereka. Jadi pengusaha memang menjadi sedikit impian kecil gue. Tapi gue pengen berusaha dengan cara gue sendiri. Sempat tertarik jadi reseller, tapi kok hanya untuk produk tertentu aja ya? Gue pengen cakupannya lebih luas. Setelah riset kemana-mana, ternyata apa yang gue pengen bisa tercapai lewat Kudo (Kios Untuk Dagang Online). Di sini gue bisa jadi reseller jutaan produk dengan modal yang minim. Memang sih, pastinya akan harus menawarkan produk ke orang lain, padahal bukan keahlian gue. Masalahnya, di sini banyak banget pilihan produk yang bisa dijual, jadi gue lebih mudah untuk mencari target market yang sesuai dengan umur gue. Lumayan kan buat nambah penghasilan, apalagi gue orangnya males banget terikat di suatu tempat. Jadi gue bisa dapet 2 keuntungan di sini, gue tetap dapat penghasilan walaupun nggak bekerja di perusahaan dan karena waktu yang gue punya flexibel, gue masih bisa jadi pahlawan buat keluarga dengan tetap bantuin usaha orang tua gue.
sumber foto : http://kudo.co.id/

You Might Also Like

1 komentar

  1. apapun caranya, just do it aja ya, sekecil apapun pasti ngefek yak:) sukses lombanya, salam keal. mampir dongs :)

    ReplyDelete

© chaca atmika 2010 - 2016. Powered by Blogger.

Popular Posts

Follow on Twitter

Contact Us

Name

Email *

Message *